Pages


11.21.2011

penetapan kadar lemak


      V.1      Hasil Pengamatan
A.    Data Sampel
1.      Kelompok 18
Nama Sampel
Wlabu
Whull
Wsampel
( Wlabu + Wsampel )2
Susu Dancow
105,1448
1,5401
3,0910
105,2105

2.      Kelompok 19
Nama Sampel
Wlabu
Whull
Wsampel
( Wlabu + Wsampel )2
Susu Ideal
103,8323
1,5623
3,13749
103,8563

3.      Kelompok 20
Nama Sampel
Wlabu
Whull
Wsampel
( Wlabu + Wsampel )2
Susu Sun
105,3838
1,4418
3,0356
105,4609

B.     Kadar Lemak
% Kadar Lemak = ( Wlabu + Wsampel )2 – Wlabu/ Wsampel2

Nama Sampel
Kadar Lemak
Susu Dancow
2,176 %
Susu Ideal
0,765 %
Susu Sun
2,5 %








      V.2      Pembahasan
Lemak merupakan suatu kelompok senyawa yang hanya dapat larut dalam pelarut organic seperti eter, kloroform, heksana, namun tidak dapat larut dalam air. Berdasarkan jenisnya, lemak dan minyak terbagi menjadi dua yaitu lemak tersembunyi ( lemak yang ikut termakan ) dan lemak kasat mata ( lemak yang diekstraksi dari hewan ternak maupun nabati.
Lemak dan minyak ( trigliserida ) merupakan bagian terbesar dari kelompok lipida. Trigliserida merupakan suatu senyawa hasil kondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak. Penentuan kadar lemak dengan pelarut, selain lemak juga terikut fosfolipida, sterol, asam lemak bebas, karotenoid dan pigmen yang lain. Hasil dari analisa penentuan kadar lemak tersebut dinamakan lemak kasar ( “ crude fat “ ).
Penentuan kadar lemak dalam bahan pangan dapat dilakukan dengan menggunakan metode- metode sebagai berikut:
  1. Metode Soxhlet
  2. Metode Babcock
  3. Metode Gerber
  4. Metode Instrumental
a)      Metode Dielektrik.
b)      Metode Kolorimetri.
c)      Metode Pengukuran Densitas.
Bahan pangan susu ( dan bahan pangan lain yang mengandung lemak ) terikat dengan protein dan karbohidrat. Sehingga dalam penentuan kadar lemak, harus diekstraksi terlebih dahulu dengan pelarut non polar. Pada praktikum kali ini akan dilakukan penentuan kadar lemak dengan menggunakan metode soxhlet. Sampel yang digunakan adalah susu ideal, susu dancow dan susu sun. Sedangkan pelarut yang digunakan adalah hekasana. Alasan digunakannya heksana adalah sebagai berikut:
1.      Harganya relatif murah.
2.      Kurang berbahaya terhadap resiko kebakaran dan ledakan.
3.      Lebih selektif untuk lipida non polar.
4.      Dapat digunakan berulang kali.
Metode Soxhlet adalah suatu metode ekstraksi pelarut semi kontinyu dimana prinsipnya adalah pelarut berada didalam mesin ekstraksi selama 5- 10 menit dan merendam sampel dengan sempurna yang kemudian pelarut akan kembali ke labu didih. Prinsip kerja dari parktikum ini adalah mengekstraksi lemak dengan menggunakan pelarut lemak yaitu eter ( dietil eter ) atau heksana secara terus menerus. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitung persentasenya.
Langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Aliri soxhlet dengan menggunakan air yang sudah terpasang dengan selang ( jangan sampai selang terendam agar soxhlet tidak panas ).
2.      Tunggu sampai air mengalir disemua sirkulasi.
3.      Timbang labu lemak lalu diisi dengan heksana hingga batas.
4.      Masukkan sampel kedalam kertas yang akan dibuat menjadi hull.
5.      Masukkan labu lemak kedalam wadah penyimpan didalam soxhlet.
6.      Masukkan sampel kedalam soxhlet.
7.      Nyalakan soxhlet. Ekstraksi sampel selama 2 jam ( terhitung setelah pelarut mendidih ).
8.      Setelah itu lakukan destilasi lalu timbang beratnya.
Soxhlet_diag2

Setelah melakukan prosedur praktikum diatas, didapatkan hasil sebagai berikut:
1.      Kelompok 18
Nama Sampel
Wlabu
Whull
Wsampel
( Wlabu + Wsampel )2
Susu Dancow
105,1448
1,5401
3,0910
105,2105

2.      Kelompok 19
Nama Sampel
Wlabu
Whull
Wsampel
( Wlabu + Wsampel )2
Susu Ideal
103,8323
1,5623
3,13749
103,8563

3.      Kelompok 20
Nama Sampel
Wlabu
Whull
Wsampel
( Wlabu + Wsampel )2
Susu Sun
105,3838
1,4418
3,0356
105,4609

Penentuan kadar lemak dan minyak, dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
% Kadar Lemak = ( Wlabu + Wsampel )2 – Wlabu/ Wsampel2
Setelah melakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan tersebut, didapatkan hasil sebagai berikut:
Nama Sampel
Kadar Lemak
Susu Dancow
2,176 %
Susu Ideal
0,765 %
Susu Sun
2,5 %

Lipida akan terekstraksi dan melalui sifon terkumpul ke dalam labu dari asbes selama 2 jam 47 menit untuk sampel bubur sun dan untuk sampel susu dancow 2 jam 15 menit serta untuk sampel susu ideal tidak diketahui dikarenakan ada kesalahan teknis. Selanjutnya dilakukan labu didih lemak diambil dan ekstrak dioven bersama dengan labu didih lemak selama 30 menit untuk mendapatkan berat konstan setelah itu dimasukkan ke dalam desikator yang berfungsi untuk mengurangi penyerapan uap air di udara yang akan mempengaruhi berat ekstrak lemak tersebut.
 Dalam praktikum ini menggunakan oven konveksi yang cara kerjanya hanya dialiri udara panas, sebaiknya menggunakan oven vakum agar diperoleh lemak dan minyak bebas air dengan cepat, serta setelah dimasukkan ke dalam desikator dapat ditimbang untuk mengetahui berat ekstrak lemak dari sampel bubur sun, sampel susu dancow dan susu ideal tersebut.
Kesalahan teknis pada proses ekstraksi sampel susu ideal, akan berpengaruh pada hasil akhir. Didapatkan bahwa kadar lemak pada susu ideal paling sedikit apabila dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Selama proses ekstraksi, sampel susu ideal menghasilkan sirkulasi yang relative lambat. Sehingga pada waktu 2 jam, susu ideal hanya dapat diekstrak sebagian. Hal tersebut menyebabkan susu tidak diekstrak secara sempurna sehingga lemak yang dihasilkan tidak sepenuhnya terekstrak atau dalam kata lain masih ada lemak yang berada didalam sampel. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara menambahkan waktu ekstraksi.
Pada sampel susu dancow dan susu sun didapatkan bahwa susu sun memiliki kadar lemak lebih banyak dibandingkan dengan susu dancowl. Padahal sirkulasi yang dihasilkan oleh susu dancow lebih banyak dari susu sun. Hal tersebut menandakan bahwa kandungan lemak pada sampel susu dancow memang lebih sedikit dibandingkan dengan susu sun.






IV. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum diatas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.      Lemak adalah suatu senyawa yang dapat larut pada pelarut organic atau non polar namun tidak larut didalam air.
2.      Penentuan kadar pangan pada suatu bahan pangan dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:
% Kadar Lemak = ( Wlabu + Wsampel )2 – Wlabu/ Wsampel2
3.      Metode yang digunakan adalah metode soxhlet dengan pelarut heksana.
4.      Alasan digunakannya heksana adalah karena harganya yang relative murah, kurang berbahaya, lebih selektif terhadap lemak dan dapat digunakan berulang kali.
5.      Sampel susu ideal mengandung kadar lemak yang paling sedikit. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kesalahan ekstraksi.
6.      Sampel susu sun mengandung kadar lemak lebih banyak dibandingkan susu dancow.



DAFTAR PUSTAKA

Apriyantono, Anton., dkk 1988. Analisis Pangan. PAU Pangan dan Gizi IPB. Bogor.

Aurand, L.W. dan A.E. Wood. 1973. Food Chemistry. The Avi Publishing Company, Inc. Westport, Connecticut.

Haryono, B., Sudarmadji S., Suhardi. 2007. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty Yogyakarta dan Pusat AntarUniversitas Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Keenan,W.Charles Kimia Untuk Universitas. Penerjemah : A.Hadyana Pudjaatmaka Ph.D.Erlangga. Jakarta.

Winarno, F.G. 1982. Kimia pangan dan gizi. Jakarta : Gramedia.

No comments: